Pagi itu, langit mendung... mentari pagi bersembunyi di balik awan kelabu. Suram...
Sang ombak menghempas kuat ke pantai...
...dan kulihat dia duduk di situ, mengalunkan bacaan Yasin, menghadap ke laut lepas yang ganas.
(Saya tak tahu siapa dia)
...dan kami, dua sahabat, terus melangkah meninggalkan jejak-jejak di pasir, menghirup angin Laut China Selatan
(dan mengharap adalah sedikit lemak dibakar)
...dan sekali lagi, saya tinggalkan Laut China Selatan, kembali ke Selat Melaka yang sepoi anginnya kurang menggamit jiwa saya.
.










